Rabu, 28 Desember 2016

Rangkuman Interaksi Manusia Dan Komputer_Hiya Nalatissifa



INTERAKSI MANUSIA DAN KOMPUTER

1.        GRAPHICAL USER INTERFACE (GUI)
Adalah tipe antar muka yang merupakan interaksi antar pengguna dan sistem operasi mengunakan grafik. Contoh dari GUI adalah Visual Basic, Visual Studio, Delphi. Tujuan dari user interface adalah mengkomunikasikan fitur-fitur sistem agar user mengerti dan dapat menggunakan sistem tersebut. Penggunaan grafis sistem operasi windows  adalah GDI (Graphics Device Interface). Grafis ditentukan oleh komposisi gambar pada screen.
Sistem koordinat merupakan letak objek gambar di monitor. Sistem koordinat pada windowa terdiri dari :
a.    Koordinat Fisik  : Dipakai oleh peralatan fisik contohnya layar monitor. Kiri atas adalah sumbu (x), menuju kanan ke sumbu (y), dari pusat kebawah adalah sumbu (x,y) dan standar awal adalah (0,0).
b.    Koorninat Logika : Dipakai dalam program windows memetakan sistem koordinat logika dalam program  ke koordinat fisik.
Pewarnaan yang kombinasi dan serasi akan menghasilkan tampilan objek yang lebih menarik. Warna dasar/primer adalah merah, hijau, biru, sedangkan warna sekunder adalah perpaduan dari warna primer (0-225). Windows menangani jumlah warna maksimal 256x256x256=16777216/16,8 juta warna.
Membuat garis dapat dilakukan dengan cara mengklik ikon line pada toolbox. Jenis garis antara lain garis solid, dash, dash-dot, dash-dot dot, In side solid.

2.        ASPEK ERGONOMIK
Aspek ergonomik adalah faktor kenyamanan kerja yang mempunyai pengaruh nyata dalam hal peningkatan maupun penurunan efisiensi dan efeksitas kerja. Argo berarti kerja, nomos berarti aturan/kaidah. Aspek yang berhubungan dengan ergonomic yaitu :
a.    Pengukuran dan antromometrik
b.    Aspek ergonomik dalam stasiun kerja
c.    Suhu dan kualitas udara
d.   Gangguan suara
e.    Kesehatan dan keamanan kerja basis evaluasi bagi kesehatan (meningkatkan keselamatan kerja dari bahaya cidera dan penyakit akibat kerja.

3.        PEMBUATAN KOMPONEN ANTARMUKA GRAFIS
Komponen antarmuka grafis adalah bentuk tampilan yang dipakai pada paket program aplikasi (teks/grafik). Contohnya tombol tekan, spin box.list box, combo box, tombol radio, check box, label box.
a.    Tombiol tekan mengaktifkan suatu proses atau melanjutkan suatu peruses
b.    Spin box mengatur nilai suatu peubah (numerik) dengan menambah atau mengurangi nilai. Panah atas tambah, panah bawah mengurangi. Spin box atas menampilakan nilai peubah (kotak putih). Pengontrol nilai (panah atas bawah)
c.    List box menampilkan sejumlah pilihan yang dapat dipilih (scroolbar)
d.   Combo box menampilkan sejumlah pilihan yang dapat di pilih bebas. Combination (pilihan). Perbedaan combo box dan listbox adalah combo box pilihannya langsung terlihat sedangkan listbox menekan control terlebih dahulu, combo box mengetik pilihan yang tersedia sedangkan list box memilih pilihan yang tersedia.
e.    Check box memilaih satu atau lebih pilihan dalam satu kelompok
f.     Radio button adalah tombol ON/OFF, pengendali (lingkaran kecil), label (menunjuk atribut). Persamaan radio button  dan check box adalah menampilkan sejumlah pilihan yang akkan dipilih, tidak mempengaruhi satu sama lain, struktur data sama.
g.    Label box member komentar atau nama pada komponen.

4.        MENDESAIN WINDOWS
Windows adalah area persegi empat pada layar, menampilkan program/data/info. Jenis windows antara lain dokumen windows, aplikation windows, utility windows, dialogs and alerts. Mendesain windows antara lain mensdesain title, border and windows command, modality, focus.
Modality (windows melarang user berinteraksi dengan windows lain dalam satu aplikasi yang sama). Focus ( menentukan windows mana yang harus menerima data dari keybard. Mouse atau device input), mekanisme (click to focus, keyboard focus), primary windows (mempresentasi data user), hubungan dengan dokumen dan windows (SDI, CSDI, MDI).
Mendesain utility windows antara lain instanst apply (mengijinkan user mengubah nilai atau setting), explicit apply (merubah nilai secara eksplisit), property windows (melihat atau mengubah karakteristik objek), preference windows (memodifikasi tampilan windows), toolboxs (mengakses sekumpulan aksi atau toogle dalam toolbar).
Mendesain alerts merupakan menyediakan informasi tentang keadaan sisrtem aplikasi atau menanyakan informasi penting tentang proses selanjutnya dari teks. Mendesain dialog boxes merupakan menyediakan ppertukaran informasi atau dialog antar user dan aplikasi.

5.        ANALISA MENGENAI ANTARMUKA, DESAIN LAYAR, USABILITAS IMK BERBASIS WEB
Antarmuka merupakan bagian sistem komputer yang memungkinkan manusia berinteraksi dengan computer. Desain antarmuka yang baik memiliki karakterisrik standardisasi, integrasi, konsistensi, prtabilitas. Tujuan antarmuka (user interface) adalah membuat interaksi yang baik dan menyenangkan. Hal yang menyebabkan menurunnya tingkat usabilitas antarmuka antara lain :
a.       Teks belum jelas dan pemilihan kata tidaktepat
b.      Grafis tidak tepat (user penting tersembunyi)
c.       Judul tidak representatif
d.      Permintaan informasi tidak penting
e.       Layout tidak terstruktur dan tidak terarah
Desain layar berasal dari kata kerja “Desain” yang berarti proses membuat dan menciptakan objek baru, kata benda “Desain” yang berarti hasil akhir dari proses kreatif. Desain juga berarti sebagai pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan benda.
Pengertian usability adalah menandakan orang dapat mempekerjakan alat tertentu dengan mudah dalam mencapai tujuan. Metode usability kerapian atau efisiensi objek antara lain learnobility, efficiency, memorability, errors, satisfaction.






Selasa, 06 Desember 2016

Laporan Kunjungan Industri PT. Gunung Slamat



KUNJUNGAN INDUSTRI PT. GUNUNG SLAMET


LAPORAN
Diajukan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan nilai tugas Ulangan Akhir Semester (UAS)


DisusunOleh :
Hiya Nalatissifa             (12153862)



Program Studi Managemen Informatika
Akademi Managemen Informatika dan Komputer BSI Tegal
Tegal
2016
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga pada akhirnya penulis dapat menyelesaikan Laporan tentang “Kunjungan Industri PT. Gunung Slamet”. Dimana laporan ini penulis sajikan dalam buku yang masih sederhana.
Tujuan penulisan Laporan ini dibuat untuk mengetahui system informasi yang digunakan pada PT. Gunung Slamet. Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu membuat membuat Laporan ini, sehingga Laporan ini dapat terselesaikan dengan baik, Terutama kepada:
1.    Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Laporan ini dengan baik.
2.    Warjiyono, M.Kom selaku dosen PA kelas 12.3A.35 Jurusan Manajemen Informatika AMIK BSI Tegal.
3.    Orang tua dan keluarga yang telah memberikan dorongan motivasi maupun materi dalam menyelesaikan Laporan ini.
4.    Serta rekan-rekan kelas 12.3A.35 jurusan Manajemen Informatika AMIK BSI Tegal
Penulis menyadari bahwa penulisan Laporan ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis mohon kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan penulisan dimasa yang akan datang.
Akhir kata semoga Laporan ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bermanfaat bagi para pembaca yang berminat membaca pada umumnya.


Tegal, 26 November 2016


    Penulis


DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
BAB I PENDAHULUAN
1.1.Tujuan
1.2.Manfaat
BAB II PELAKSANAAN
2.1.     Waktu Pelaksanaan
2.2.     Rundown Acara
2.3.     Materi Kunjungan
                              3.2.1.         Profil Teh Poci
                              3.2.2.         Sejarah Teh Poci
                              3.2.3.         Asal usul Minuman Teh
                              3.2.4.         Penyebaran Teh Dunia
                              3.2.5.         Proses Produksi Teh Poci
2.3.   Dokumentasi
BAB III PENUTUP
3.1       Kesimpulan
3.2       Saran



DAFTAR GAMBAR
Gambar II.1    Proses Produksi Teh Poci
Gambar II.2    Macam-macam teh
Gambar II.3    Macam-macam bunga melati
Gambar II.4    Mesin Produksi
Gambar II.5    Mesin Baceman dan Pewangian
Gambar II.6    Mesin Quality Control
Gambar II.7    Java Jasmine Tea
Gambar II.8    Proses Pengeringan 1
Gambar II.9    Proses Baceman dan Pewangian
Gambar II.10  Proses pengeringan tahap 2
Gambar II.11  Proses Pengemasan
Gambar II.12  Profil Teh Poci
Gambar II.13  Sertifikat PT. Gunung Slamat
Gambar II.14  Sertifikat BPOM PT. Gunung Slamet
Gambar II.15  Tampilan Teh Cap Poci
Gambar II.16  Tampilan Teh Cap Botol
Gambar II.17  Tampilan Teh Celup Sosro
Gambar II.18  Tampilan Kemasan Teh Tasseo
Gambar II.19  Kemasan Teh Sadel, Berko, Sepatu
Gambar II.20  Ukuran Kemasan Teh Poci
Gambar II.21  Tampilan Penerimaan Kunjungan Industri
Gambar II.22  Tampilan Sesi Materi Kunjungan Industri
Gambar II.23  Foto Bersama Kunjungan Industri
Gambar II.24  Latihan Proses Pengemasan
DAFTAR TABEL
Tabel II.1        Roundown Acara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.       Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan Laporan Kunjungan Industri pada PT. Gunung Slamet yaitu :
a.         Sebagai salah satu syarat untuk memenuhi nilai tugas kuliah pada program D3 Jurusan Manajemen Informatika, AMIK BSI Tegal.
b.        Mengetahui profil dari PT. Gunung Slamet
c.         Untuk mengetahui sistem informasi yang digunakan pada PT. Gunung Slamet
d.        Mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh PT. Gunung Slamat
e.         Melihat secara langsung bagaimana proses pembuatan teh pada PT. Gunung Slamet
f.         Untuk mengetahui produk apa saja yang dibuat oleh PT. Gunung Slamet

1.2.       Manfaat
Adapun manfaat dari pelaksanaan Kunjungan Industri pada PT. Gunung Slamet yaitu:
a.       Mendapatkan pengetahuan tentang profil dan sejarah singkat PT. Gunung Slamet
b.      Mengenal dunia kerja dengan lebih dekat sehingga dapat mengetahui pembuatan teh khususnya pada PT. Gunung Slamet
c.       Dapat melihat secara langsung cara kerja produksi pada PT. Gunung Slamet
d.      Dapat mengetahui strategi pemasaran dan Sistem Informasi yang digunakan oleh PT. Gunung Slamet.
BAB II
PELAKSANAAN
2.1       Waktu Pelaksanaan
Waktu pelaksanaan kunjungan industri PT. Gunung Slamet pada hari Rabu, 23 November 2016. Pukul 08:00 – 12.00 WIB.

2.2       Rundown Acara
No
Keterangan
Waktu
1.
Persiapan Keberangkatan Kunjungan Industri
08:00 – 08:15
2.
Keberangkatan dan Sampai Di Tempat Kunjungan Industri PT. Gunung Slamet
08:15 – 09:00
3.
Penyampaian Materi tentang PT. Gunung Slamet
09:15 – 10:00
4.
Sesi pertanyaan seputar PT. Gunung Slamet
10:00 – 10:30
5.
Melihat Kegiatan Proses Produksi PT. Gunung Slamet
10:30 – 11:30
6.
Istirahat+Minum Es Teh Di Taman
11:30 – 11:45
7.
Pulang Ke Kampus AMIK BSI Tegal
11:4512:30
Tabel II.1
Rundown Acara



2.3         Materi Kunjungan
2.3.1.      Profil Teh Poci
Setiap kali kita meniatkan untuk melakukan sesuatu, kita harus menguji terlebih dahulu apakah niat kita itu baik dan benar? Jika semuanya cocok dalam hati dan pikiran, kita harus melaksanakan niat baik dan benar itu secara tekun dan fokus. TeRUJI adalah langkah-langkah yang saya pakai selama ini untuk menghadapi setiap tantangan dan masalah hidup. Tenaga kerja PT.GUNUNG SLAMAT tercatat pada 20 November 2016 adalah 2.908 tenaga kerja. Yang terdiri dari tenaga kerja Wanita 2.385 orang 82,36% dan Pria 513 orang 17,64%.

2.3.2.      Sejarah Teh Poci
Berawal dari bisnis keluarga Sosrodjojo pada tahun 1940, dengan produk bermerek Teh Cap Botol. Pada tahun 1953, bisnis keluarga Sosrodjojo berkembang menjadi PT. Gunung Slamet, yang sampai sekarang menghasilkan berbagai variasi produk dengan merek :
a.    Poci, Botol, Sosro.
b.    Tasseo, Sadel, Terompet.
c.    Berko dan Sepatu.

2.3.3.      Asal usul Minuman Teh
Kaisar Shen Nung hidup sekitar tahun 2737 sebelum masehi. Konon sang Kaisar merebus air di bawah pohon, Angin bertiup, beberapa helai daun jatuh kedalam rebusan air sewaktu sang Kaisar meminum rebusan tersebut, ia merasa bahwa air yang diminumnya lebih sedap daripada air putih biasa, dan menjadikan badan lebih segar. Daun yang terseduh kedalam rebusan air sang Kaisar adalah daun Teh. Dan sejak saat itu lah mulai dikenal dan disebarkan.
2.3.4.      Penyebaran Teh Dunia
Tanaman teh mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1686, oleh seorang Belanda Dr.Andreas Cleyer. Pada saat itu tanaman teh hanya dikenal sebagai tanaman liar. Baru pada tahun 1828, dimana pemerintahan Gubernur Bosh (Indonesia pada saat itu sedang dijajah oleh Belanda), teh menjadi salah satu tanaman yang harus ditanam oleh rakyat  tanam paksa (Culture Stelsel).

2.3.5.      Proses Produksi Teh Poci
Gambaran umum proses produksi teh poci modern menggunakan bahan baku, alat produksi.
Gambar II.1
Proses Produksi Teh Poci

a.       Bahan baku pembuatan Teh Poci :
1.         Teh
Teh adalah minuman yang mengandung kafein, sebuah infusi yang dibuat dengan cara menyeduh dan, pucuk daun, atau tangkai daun yang dikeringkan dari tanaman Camellia Sinensis dengan air panas.
Berikut beberapa jenis teh yang dipakai PT. Gunung Slamet, serta sedikit penjelasannya:
a.    Green Tea : Teh hijau dibuat dari daun teh dengan cara dikukus. Untuk membuat teh hijau, daun teh segera dikeringkan dan dipanaskan untuk mencegah daun terfermentasi. Teh hijau mengandung sekitar 25 miligram kafein per cangkir. Dan jenis teh ini lebih halus rasanya jika dibandingkan dengan teh hitam. Green tea terdiri dari senyawa seperti katekin, kafein, Theanine serta berbagai vitamin dan mineral.
b.    Teh Hitam : Teh hitam menyumbang sekitar 75 % dari konsumsi teh global. Jenis teh ini dibuat dari daun tanaman camellia sinensis, yang digulung, difermentasi, kemudian dikeringkan dan dihancurkan. Teh hitam mengandung kafein tertinggi dan memiliki rasa yang sedikit pahit, yaitu sekitar 40 miligram kafein per cangkir. Teh hitam sangat bagus bagi orang yang membutuhkan banyak energi dengan cepat. Namun bagi Orang yang sensitif kafein, sebaiknya menghindari mengkonsumsi teh hitam.
c.    Teh Putih : Teh putih adalah terbuat dari segala jenis teh teroksidasi. Ini adalah jenis teh yang paling ringan dari segi rasa, dan seperti terbuat dari daun teh pucuk muda. Teh putih memiliki sifat anti kanker yang paling ampuh. Selain itu teh putih sangat rendah kafein (15mg percangkir), sehingga menjadi pilihan yang baik bagi orang yang sensitif kafein. Kandungan antioksidan lebih tinggi, karena proses pembuatannya tidak banyak.
d.   Oolong Tea : Teh Oolong mirip dengan teh hitam, dan difermentasi hanya dalam waktu singkat, sehingga memberikan rasa yang kuat pada teh oolong. Teh oolong hijau memiliki kandungan kafein lebih rendah, sementara teh oolong hitam memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi sekitar 30 miligram kafein per cangkir. Teh oolong memiliki antioksidan yang lebih tinggi dari pada teh hijau.
Gambar II.2
                                                             Macam-macam Teh                     
2.    Bunga Melati
Bunga Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Berikut ini merupakan jenis bunga melati yang digunakan oleh PT.GUNUNG SLAMAT(TEH POCI) dalam proses pembaceman dan pewangian minuman teh poci seperti:
1.    Melati Putih : Bunga melati yang dalam bahasa Inggris didebut Arabian Jasmine memiliki anama latin Jasminum Sambac.
2.    Melati Gambir : Nama latin tumbuhan ini adalah Jasminum Offcinale yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan Common Jasmine.
Gambar II.3
Macam-macam Bunga Melati
3.    Alat Produksi pembuatan Teh Poci :
1.    Mesin Pengering
Mesin Pengering adalah alat produksi yang digunakan untuk mengeringkan campuran teh, bunga melati, air. Yang melalui tahap pengeringan 1 dan tahap pengeringan 2.
Gambar II.4
       Mesin Produksi
2.    Mesin Baceman dan Pewangian
Mesin Baceman dan Pewangian adalah alat yang digunakan untuk menyerap aroama wangi dari bunga melati.
             
Gambar II.5
Mesin Baceman dan Pewangian
3.    Mesin Quality Control
Mesin Quality Control ini digunakan untuk menguji kelayakan hasi produksi teh poci untuk dipasarkan dan di konsumsi oleh konsumen, dimana Quality Control ini menggunakan alat di Laboratorium uji coba maupun dengan survey dari penikmat teh poci.
           
Gambar II.6
Mesin Quality Control
4.    Proses produksi Teh Poci adalah sebagai berikut ini :
1.    Menyiapkan bahan bahun Teh Hijau (Java Jasmine Tea).
Gambar II.7
Java Jasmine Tea

2.    Pemasakan teh/Pengeringan tahap 1
Meruapakan proses awal pembutan teh wangi untuk membentuk warna dan aroma khas Teh Wangi Melat (Java Jasmine Tea).
Gambar II.8
Proses Pengeringan 1
3.    Baceman dan Pewangiaan (Bunga Melati),
 Pembaceman adalah proses persiapan teh sebelum proses pewangian, dalam proses ini dilakukan penambahan air untuk melembabkan teh.. Tujuan proses ini adalah membentuk warna dan mengurangi reaksi eksoterm teh pada saat kontak dengan bunga melati.
Pewangian adalah proses inti pembuatan wamgi, dimana dalam tahapan ini terjadi penyerapan aroma dari bunga melati dan bunga gambir oleh teh yang telah dipersiapkan pada proses sebelumnya (pembaceman).

Gambar II.9
Proses Baceman dan Pewangian
4.    Pengeringan tahap 2.
Merupakan proses penurunan kadar air setelah proses pewangian.
Gambar II.10
Proses pengeringan tahap 2

5.    Pengemasan
Pengemasan adalah proses akhir produksi Teh Poci. Yaitu mengemas teh yang sudah jadi ke wadah yang telah disediakan dengan menggunakan bantuan tatakan, alat pengambil teh. Selanjunya  teh dimasukkan  pada kemasan teh poci  ukuran kecil, sedang, dan besar. 
Gambar II.11
Proses Pengemasan
a.             Dokumentasi
Gambar II.12
Profil Teh Poci

Gambar II.13
Sertifikat PT. Gunung Slamat


Gambar II.14
Sertifikat BPOM PT. Gunung Slamat

Gambar II.15
Tampilan Teh Cap Poci

Gambar II.16
Tampilan Teh Cap Botol

Gambar II.17
Tampilan Teh Celup Sosro

Gambar II.18
Tampilan Kemasan Teh Tasseo

Gambar II.19
Kemasan Teh Sadel, Berko, Sepatu

Gambar II.20
Ukuran Kemasan Teh Poci

Gambar II.21
Tampilan Penerimaan Kunjungan Industri

Gambar II.22
Tampilan Sesi Materi Kunjungan Industri

Gambar II.23
Foto Bersama Kunjungan Industri

BAB III
PENUTUP

3.1.       Kesimpulan
Kunjungan industri adalah melihat secara langsung proses produksi dari suatu perusahaan, mengetahui sejarah dari suatu perusahaan, mengetahui strategi pemasaran yang digunakan oleh perusahaan dan mengetahui sistem informasi dari suatu perusahaan.

3.2.       Saran
1.      Dosen lebih mengatur lagi mahasiswanya agar menaati taat tertib dalam kunjungan industri.
2.    Diadakannya kunjungan industri secara kontinu
3.    Pihak Perusahaan kunjungan industri sebaiknya lebih mempersiapkan lagi dalam penyajian pertemuan dengan instansi pendidikan.