Tugas 4
Bagan Organisasi Proyek
(Pengantar Manajemen Proyek Sistem
Informasi)
Nama : Hiya Nalatissifa
NIM : 12153862
Kelas : 12.4A.35
Soal :
Buatlah bagan organisasi proyek
1. Organisasi Proyek Fungsional
2. Organisasi Proyek Murni
3. Organisasi Proyek Matrix
Jawaban :
Berikut
diberikan tiga bentuk organisasi proyek:
1. Proyek Sebagai Bagian dari Organisasi Fungsional
1. Proyek Sebagai Bagian dari Organisasi Fungsional
1)
Proyek dipimpin oleh project expeditor
2)
Proyek dipimpin oleh project coordinator
Berikut plus minus bila organisasi proyek sebagai bagian dari organisasi fungsional:
Plus
|
Minus
|
1)
Fleksibilitas tinggi dalam staffing
2)
Satu orang dengan keahlian tertentu dapat ditugaskan pada beberapa proyek
yang berbeda
3)
Orang dengan keahlian berbeda dapat dikelompokkan dalam satu group
4) Divisi fungsional yang bersangkutan dapat
dijadikan basis bagi kelangsungan teknologi
5) Divisi fungsional memiliki jalur-jalur karir
dengan keahlian tertentu
|
1)
Klien tidak menjadi perhatian utama
2) Divisi fungsional cenderung berorientasi pada
aktivitas yang sesuai dengan fungsinya
3) Kadang-kadang terjadi tidak adanya
penanggungjawab khusus terhadap proyek
4) Motivasi orang yang ditugaskan dalam proyek
cenderung lemah
5) Tidak memberikan pendekatan yang holistik
terhadap proyek
|
2. Organisasi Proyek Murni
Dalam hal ini proyek sebagai organisasi yang terpisah dari organisasi induk. Ia menjadi organisasi tersendiri dalam staf teknis tersendiri., adminsitrasi tersendiri dan ikatan dengan organisasi berupa laporan kemajuan atau kegagalan yang dilakukan secara periodik. Pimpinan proyek dapat melakukan pengadaan sumber daya dari luar seperti subkontraktor atau supplier selama sumber daya tersebut tidak tersedia atau tidak efektif dan efisien bila diselenggarakan secara internal.
Plus minus organisasi proyek antara lain:
Plus
|
Minus
|
1.
Manajer proyek memiliki wewenang penuh
2.
Semua anggota tim secara langsung bertanggungjawab terhadap manajer proyek
3.
Rantai komunikasi menjadi pendek
4.
Terjadi pemanfaatan tenaga ahli dan proses kaderisasi bila ada proyek yang
sejenis secara terus menerus
5.
Kewenangan yang terpusat maka pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan
cepat
6.
Adanya kesatuan komando
7.
Simpel dan mudah dilaksanakan
8.
Adanya dukungan menyeluruh terhadap proyek
|
1.
Memungkinkan terjadinya duplikasi sumberdaya
2. Karena sifatnya yang berdiri sendiri
maka menimbulkan biaya yang tinggi
3. Adanya kemunginan terjadi penumpukan
sumberdaya yang berlebihan
4. Adanya masalah keberlangsungan
sumberdaya manusia yang bekerja di proyek bila proyek telah selesai
5. Ketidakkonsistenan prosedur dengan
alasan memenuhi permintaan klien
|
3. Organisasi Matrik
Dengan maksud meminimisasi kelemahan dan menggabungkan kelebihan dari organisasi fungsional dan organisasi murni, maka dikembangkan organisasi matrik. Organisasi matrik adalah organisasi proyek murni yang melekat pada divisi fungsional dalam organisasi induk.
Plus minus dari organisasi matrik antara lain:
Plus
|
Minus
|
1.
Proyek mendapat perhatian secukupnya
2. Mudah mendapatkan orang yng professional
karena organisasi matrik melekat pada unit fungsional organisasi induk
3.
Tidak terjadi duplikasi sumberdaya
4.
Tidak timbul masalah terkait keberlangsungan penggunaan sumbedaya bila proyek
sudah selesai
5. Dapat memberikan respon yang cept
terhadap keinginan klienkonsistensi kebijakan dan prosedur terjaga karena
mempunya akses perwakilan ke organisasi induk
6. Memungkinkan adanya distribusi
sumberdaya yang seimbang bila ada proyek yang bersamaan.
7.
Adanya pendekatan holistic terhadap pengejaan proyek sehingga dapat
mengoptimalkan performan organisasi secara keseluruhan.
|
1.
Proyek yang dikelola oleh satu unit fungsional cenderung akan memposisikan
divisi yang bersangkutan yang memegang pengamblan keputusan.
2.
Ada kemungkinan proyek terbengkalai karena adanya dua perintah dari dua
manajer yakni manajer fungsional dan manajer proyek
3.
Adanya penggunaan sumberdaya yang sama untuk berbagai macam proyek dapat
menimbulkan persaingan antar manajer proyek karena masing-masing ingin
proyeknys sukses.
4.
Manajemen matrik melanggar prinsip utama dari manajemen lyakni kesatuan
komando.
|
Memilih Bentuk Organisasi Proyek
Kriteria/ pertimbangan untuk memilih organisasi proyek a.l:
1.
Frekuensi adanya proyek baru
2. Lama waktu keberlangsungan suatu proyek
3. Ukuran proyek
4. Kompleksitas hubungan
5. Ketidakpastian
6. Keunikan
7. Pentingnya faktor biaya
2. Lama waktu keberlangsungan suatu proyek
3. Ukuran proyek
4. Kompleksitas hubungan
5. Ketidakpastian
6. Keunikan
7. Pentingnya faktor biaya
Berikut
diberikan resume pilihan organisasi dan kondisi yang mensyaratkan pilihan
tersebut:
No
|
Bentuk
organisasi
|
Kondisi
|
1
|
Organisasi
proyek murni
|
Proyek-proyek
berskala menengah dan besar dan memiliki kompleksitas tinggi. Hanya ada
sedikit proyek dan diperlukan tenaga ahli dengan keterampilan khusus untuk
memberikan perhatian penuh, Berisiko tinggi, penuh ketidakpastian, biaya dan
waktu merupkn hal kritis
|
2
|
Organisasi
matriks
|
Ada
sejumlah proyek yang dilakukan secara bersamaan dan sumberdaya fungsional
digunakan secara part-time. Berisiko tinggi, penuh ketidakpastian, biaya dan
waktu merupkn hal kritis
|
3
|
Bagian
organisasi fungsional
|
Proyek
berskala kecil, melibatkan beberapa bidang fungsional, sedikit risiko,
kepastian tinggi, factor biya dan waktu bukan hal kritis.
|
Tim Proyek
Tim proyek sering disebut Project Office. Project office menunjukkan dua pengertian:
1)
Tempat fisik dimana tim proyek berkumpul
2) Sluruh staff pendukung manajer proyek.
2) Sluruh staff pendukung manajer proyek.
1. Manajer Proyek
1)
Peran dan tugas Manajer proyek
·
Mengintegrasikan kegiatan
·
Pusat komunikasi
·
Pengadaan dana, fasilitas dan orang
·
Agen perubah yang mempelopori pemakaian ide baru dan
inovatif
2)
Tanggungjawab manajer Proyek
·
Merencanakan kegiatan
·
Mengorganisasi, memilih dan menempatkan orang-orang.
·
Mengorganisasi dan mengaloki sumberdaya
·
Memonitor status proyek
·
Mengidentifikasi maslah-masalah teknis
·
Titik temu dari stakeholder
·
Menyelesaikan konflik yang terjadi
·
Merekomendasikan penghentian atau pengerahan kembali
sumber daya.
3)
Kompetensi dan orientasi manajer proyek
·
Karakteristik Personal seperti misalnya mempunyai
fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi yang tinggi, mempunyai kemampuan
memimpin dan punya inisiatif, percaya diri dan bias meyakinkan orang lain,
punya disiplin, seorang generalis, dapat menemukan masalah sekaligus membuat
keputusan, mampu menyeimbangkan antara masalah teknis dengan waktu, biaya dan
factor manusia.
·
Keterampilan Perilaku. Keterampilan perilaku di sini
seperti kemampuan menjadi pendengar yang baik, komunikator yang baik, bias
membangun dan menjalin jaringan komunikasi informal, dapat membangun
kepercayaan dalam tim, dan menumbuhkan semangat tim
·
Memiliki kemampuan manajerial. Kemampuan manajerial
dan operasional di sini contohnya adalah kemampuan dalam hal planning,
organizing, coordinating, dan controlling..
·
Memiliki kompetensi teknis. Mengenai pekerjaan proyek
yang ditangani.
·
Memiliki pengetahuan penggunaan alat-alat manajemen
seperti estimasi biaya, cashflow, penganggaran
2. Anggota Tim Proyek
Beberapa
anggota tim antara lain:
1)
Contract Administrator
Bertugas
mempersiapkan proposal, negosiasi, integrasi kontrak dan rencana proyek,
dokumentasi masalah hokum, modifiki kontrak.
2) Project Controller
Membantu
manajer proyek dalam perencanaan, pengendalian, pelaporan, dan evaluasi.
3) Project Accountant
Membantu
pekerjaan akuntansi dan financial kepada manajer proyek, membantu
mengidentifikasi tugas yang perlu dikendalikan, menyiapkan estimasi biaya untuk
pekerjaan-pekerjaan tertentu, menginvestigasi masalah-masalah financial.
4) Customer Liason
Merupakan
perwakilan teknis klien dalam tim proyek. Bereperan serta dalam pembahasan
teknis dan mereview apa yang sedang berjalan dan membantu dalam perubahan
kontrak.
5) Production Coordinator
Merencanakan,
memonitor dan mengkoordinsikan aspek-aspek produksi.
6) Manajer Lapangan
Mengawasi
pemasangan, pengujian, pemelihraan dan penyerahan hasil akhir proyek kepada
pelanggan.
7) Quality Assurance Supervisor
Mengatur dan
membuat prosedur pemeriksaan untuk memastikan pemenuhan kualitas sesuai dengan
yang diinginkan.
DAFTAR
PUSTAKA
Nurhayati. 2010. Manajemen Proyek. Graha
Ilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar